Burger King (NYSE: BKC), often abbreviated as BK, is a global chain of hamburger fast food restaurants headquartered in unincorporated Miami-Dade County, Florida, United States. The company began as a Jacksonville, Florida-based restaurant chain in 1953. Originally called Insta-Burger King, it was owned and operated by Keith J. Kramer and his wife's uncle, Matthew Burns.
After the company ran into financial difficulties in 1955, its two Miami-based franchisees, David Edgerton and James McLamore, purchased the company and rechristened it Burger King. Since that time, the company has used several variations of franchising to expand its operations.
Burger King Holdings is the parent company of Burger King; in the United States it operates under the Burger King Brands title while internationally it operates under the Burger King Corporation banner. It is a publicly traded company with investment firms of TPG Capital, Bain Capital, and Goldman Sachs Capital Partners, which collectively own approximately 31% of the company. On 2 September 2010, it was announced that the company had accepted a purchase offer from 3G Capital, a company backed by the Brazilian billionaires Jorge Paulo Lemann, Marcel Telles and Carlos Alberto Sicupira, in a deal valued at $3.26bn.
At the end of fiscal year 2009, Burger King reported that there are more than 12,000 outlets in 73 countries; 66% are in the United States and 90% are privately owned and operated. The company has more than 37,000 employees serving approximately 11.4 million customers daily.
In North America, franchises are licensed on a per store basis, while in several international locations licenses are sold on a regional basis with franchises owning exclusive development rights for the region or country. These regional franchises are known as master franchises, and are responsible for opening new restaurants, licensing new third party operators, and performing standards oversight of all restaurant locations in these countries; the largest example of a master franchise is Hungry Jack's, which exclusively owns, operates or sub-licenses over 300 restaurants in Australia.
The Burger King menu has evolved from a basic offering of burgers, fries, sodas and milkshakes in 1954, to a larger, more diverse set of offerings that includes several variations of chicken, fish, salads and breakfast. The Whopper, a sandwich that has since become Burger King's signature product, was the first major addition to the menu by McLamore in 1957. Not all introductions have had the success of the Whopper; BK has introduced many products which failed to catch hold in the marketplace. Some products that have failed in the US have seen success in foreign markets, where BK has also tailored its menu for regional tastes.
The company's "Golden Age" of advertising was during the 1970s when it introduced its mascot the Magical Burger King, a memorable jingle, and several well known and parodied slogans. Beginning in the early 1980s, its advertising began to lose focus; a series of less successful ad campaigns created by various agencies continued for the next two decades. In 2003, Burger King set about resuscitating its moribund advertising with the hiring of the Miami-based advertising agency of Crispin Porter + Bogusky (CP+B). They completely reorganized Burger King's advertising with a series of new advertisements centered on a resuscitated Magical Burger King character.
Sources : wikipedia
Look also : sour sally, ramen
Tampilkan postingan dengan label ramen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ramen. Tampilkan semua postingan
Minggu, 17 Oktober 2010
Kamis, 14 Oktober 2010
Nori
Ada beberapa bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan sushi, contohnya saja seperti ikan salmon, ikan tuna, nasi jepang, mirin, nori, dan lainnya.
Nori (海苔, のり?) adalah nama dalam bahasa Jepang untuk bahan makanan berupa lembaran rumput laut yang dikeringkan. Nori digunakan sebagai hiasan dan penyedap berbagai macam masakan Jepang, lauk sewaktu makan nasi, dan bahan makanan ringan seperti senbei. Bahan baku adalah alga jenis Porphyra seperti Porphyra pseudolinearis Ueda yang dikenal sebagai Iwanori dan Porphyra yezoensis Ueda.
Untuk beberapa makanan sushi, nori digunakan untuk membungkus nasi dan ikan yang ada dalam sushi. Kadang, nori pun digunakan untuk membungkus nasi dan telur, atau nasi dan sayuran (misalnya timun jepang).
Walaupun warna tidak dapat dijadikan pegangan kualitas, lembaran nori berkualitas tinggi umumnya berwarna hitam kehijauan, sedangkan nori berkualitas lebih rendah berwarna hijau hingga hijau muda.
Jepang, RRC, dan Korea merupakan produsen nori terbesar di dunia. Di RRC, nori disebut sebagai hǎitái (海苔), dan di Korea disebut gim (김).
Korea terkenal dengan nori berbumbu minyak wijen, cabai, dan butiran garam yang agak kasar sehingga berbau khas dan terasa agak pedas.
Sumber : Wikipedia
Lihat juga : ramen, seafood, hanamasa, ice cream, dim sum
Nori (海苔, のり?) adalah nama dalam bahasa Jepang untuk bahan makanan berupa lembaran rumput laut yang dikeringkan. Nori digunakan sebagai hiasan dan penyedap berbagai macam masakan Jepang, lauk sewaktu makan nasi, dan bahan makanan ringan seperti senbei. Bahan baku adalah alga jenis Porphyra seperti Porphyra pseudolinearis Ueda yang dikenal sebagai Iwanori dan Porphyra yezoensis Ueda.
Untuk beberapa makanan sushi, nori digunakan untuk membungkus nasi dan ikan yang ada dalam sushi. Kadang, nori pun digunakan untuk membungkus nasi dan telur, atau nasi dan sayuran (misalnya timun jepang).
Walaupun warna tidak dapat dijadikan pegangan kualitas, lembaran nori berkualitas tinggi umumnya berwarna hitam kehijauan, sedangkan nori berkualitas lebih rendah berwarna hijau hingga hijau muda.
Jepang, RRC, dan Korea merupakan produsen nori terbesar di dunia. Di RRC, nori disebut sebagai hǎitái (海苔), dan di Korea disebut gim (김).
Korea terkenal dengan nori berbumbu minyak wijen, cabai, dan butiran garam yang agak kasar sehingga berbau khas dan terasa agak pedas.
Sumber : Wikipedia
Lihat juga : ramen, seafood, hanamasa, ice cream, dim sum
Rabu, 13 Oktober 2010
Hanamasa Mangga Dua
Pertama kalinya makan di hanamasa dan akan jadi yang terkhir kalinya.
Pelayanan yang kurang memuaskan, diman aketika kami meminta meja tambahan karena kami makan ber-6 dan diberikan meja untuk ber-4, mereka berdalih tidak ada meja lagi yang tersedia karena semua meja sudah dipesan. Dan kenyataannya sampai malam meja2 di samping kami semuanya kosong.
Ditambah lagi menu robatayakinya dibakar asal-asalan karena kita saya makan dagingnya masih dingin dan bumbu marinadenya masih sangat basah.
Juga menu desertnya yg dirubungi lalat, dan ketika saya mengeluhkan hal itu kepada manegernya tampak tidak ditanggapi, dan dibiarkan bahkan sampai saya selesai makan.
Kepiting yg dijanjikan akan diambilkan pun sampai saya selesai makan tidak ada satupun yang disajikan.
Sumber : Ubermenchs - openrice.com
Lihat juga :
ice cream
ramen
sushi
seafood
pasta
steak
Pelayanan yang kurang memuaskan, diman aketika kami meminta meja tambahan karena kami makan ber-6 dan diberikan meja untuk ber-4, mereka berdalih tidak ada meja lagi yang tersedia karena semua meja sudah dipesan. Dan kenyataannya sampai malam meja2 di samping kami semuanya kosong.
Ditambah lagi menu robatayakinya dibakar asal-asalan karena kita saya makan dagingnya masih dingin dan bumbu marinadenya masih sangat basah.
Juga menu desertnya yg dirubungi lalat, dan ketika saya mengeluhkan hal itu kepada manegernya tampak tidak ditanggapi, dan dibiarkan bahkan sampai saya selesai makan.
Kepiting yg dijanjikan akan diambilkan pun sampai saya selesai makan tidak ada satupun yang disajikan.
Sumber : Ubermenchs - openrice.com
Lihat juga :
ice cream
ramen
sushi
seafood
pasta
steak
Selasa, 12 Oktober 2010
Kiyadon Sushi nyaamm
Kiyadon Sushi di CP ini tuh restoran yang menurut gue dekorasinya kereeeeeeeeeeeeeeeennnn banget!
dengan tema hutan tropis, interiornya bagus banget! dari mulai gajah-gajahan sampe efek suara kodok ada disini, jadi kalo masuk kesana rasanya kayak makan di tengah hutan pas musim panas di Jepang!
gue ga tau gimana dengan Kiyadon-Kiyadon lainnya soalnya baru makan disini doaang hehehe
Di bagian dalemnya dibagi jadi beberapa tempat, ada yang kayak di hutan beneran, ada yang kayak di bagian gua gitu, ada yang penuh sama bunga sakura, ada juga private room yang serba kayu..
gue makan di tempat yang penuh sakura di samping sushi bar~ sushi bar-nya bukan meja biasa yang ada belt muternya itu, tapi lebih kayak sungai kecil.. jadi piring-piring sushinya ditaro di atas perahu kecil gitu, lucu banget deh pokoknya!
tapiiii tapiiiii makanannya? ga se-awesome dekorasinya
yang pertama itu Salmon Skin Sushi (25k) emang sih harganya ga mahal, tapi porsinya dikit banget! keciil banget itu sushinya! sampe gue dan kawan-kawan kaget ngeliat betapa mungilnya sushi itu huhuhu rasanya? biasa aja.. malah salmon skinnya terlalu kering. Jadi pengen makan ramen sama ice cream juga deh.
yang keduaaa itu Unagi and Tobiko Sushi (25k) yah.. 11-12 deh.. sama-sama imut gitu..
tapi ya enak lah unaginya
yang ketiga itu Spicy Salmon Sushi (25k)
ah!! saya kecewaaaaaa sekali! di buku menunya tuh gambarnya gede, seakan-akan mengenyangkan.. tapi pas dateng? errrrrr... sama imutnya
intinyaaa, sushi yang kami pesen disana itu semua ga mengenyangkan sama sekali, istilahnya yaaa cuma ngegelitikin lidah aja..
tapi terus temen gue pesen Tempura Udon (68k)
nah yang ini baru lumayan deh porsinya cukup dan tempuranya juga enak! haha sedikit lega karena akhirnya ada yang porsinya lumayan juga disini, ga imut-imut lagi haha
minumnya kami masing-masing pilih Ocha (10k) *biar free refill gitu loooh haha
tapi pas kami mau bayar, eh kata mbaknya karena total bill kami cuma sekitar 190berapa ribu gitu jadi kami harus bayar buat 2 gelas ocha lagi karena kalo mau free refill tuh minimal tiap orang ngabisin 50ribu.. sedangkan waktu itu kami ber5, jadi billnya harus 250ribu keatas dulu baru ochanya bener-bener free
agak ngebingungin sih, tapi yaudah lah kami mendingan bayar 20ribu lagi daripada disuruh mesen sushi imut-imut lagi yang cuma selewat doang di lidah gitu huhu
yang foto mangkok bunny itu cuma additional aja, abis lucu mangkoknya gambar bunny gitu haha
btw pelajaran yang gue dapet dari sini adalah : Jangan percaya gambar di buku menu dan ga selamanya tempat yang dekorasinya bagus, makanannya juga bagus!
Lihat juga :
burger king
hanamasa
dim sum
Sumber : Openrice.com
dengan tema hutan tropis, interiornya bagus banget! dari mulai gajah-gajahan sampe efek suara kodok ada disini, jadi kalo masuk kesana rasanya kayak makan di tengah hutan pas musim panas di Jepang!
gue ga tau gimana dengan Kiyadon-Kiyadon lainnya soalnya baru makan disini doaang hehehe
Di bagian dalemnya dibagi jadi beberapa tempat, ada yang kayak di hutan beneran, ada yang kayak di bagian gua gitu, ada yang penuh sama bunga sakura, ada juga private room yang serba kayu..
gue makan di tempat yang penuh sakura di samping sushi bar~ sushi bar-nya bukan meja biasa yang ada belt muternya itu, tapi lebih kayak sungai kecil.. jadi piring-piring sushinya ditaro di atas perahu kecil gitu, lucu banget deh pokoknya!
tapiiii tapiiiii makanannya? ga se-awesome dekorasinya
yang pertama itu Salmon Skin Sushi (25k) emang sih harganya ga mahal, tapi porsinya dikit banget! keciil banget itu sushinya! sampe gue dan kawan-kawan kaget ngeliat betapa mungilnya sushi itu huhuhu rasanya? biasa aja.. malah salmon skinnya terlalu kering. Jadi pengen makan ramen sama ice cream juga deh.
yang keduaaa itu Unagi and Tobiko Sushi (25k) yah.. 11-12 deh.. sama-sama imut gitu..
tapi ya enak lah unaginya
yang ketiga itu Spicy Salmon Sushi (25k)
ah!! saya kecewaaaaaa sekali! di buku menunya tuh gambarnya gede, seakan-akan mengenyangkan.. tapi pas dateng? errrrrr... sama imutnya
intinyaaa, sushi yang kami pesen disana itu semua ga mengenyangkan sama sekali, istilahnya yaaa cuma ngegelitikin lidah aja..
tapi terus temen gue pesen Tempura Udon (68k)
nah yang ini baru lumayan deh porsinya cukup dan tempuranya juga enak! haha sedikit lega karena akhirnya ada yang porsinya lumayan juga disini, ga imut-imut lagi haha
minumnya kami masing-masing pilih Ocha (10k) *biar free refill gitu loooh haha
tapi pas kami mau bayar, eh kata mbaknya karena total bill kami cuma sekitar 190berapa ribu gitu jadi kami harus bayar buat 2 gelas ocha lagi karena kalo mau free refill tuh minimal tiap orang ngabisin 50ribu.. sedangkan waktu itu kami ber5, jadi billnya harus 250ribu keatas dulu baru ochanya bener-bener free
agak ngebingungin sih, tapi yaudah lah kami mendingan bayar 20ribu lagi daripada disuruh mesen sushi imut-imut lagi yang cuma selewat doang di lidah gitu huhu
yang foto mangkok bunny itu cuma additional aja, abis lucu mangkoknya gambar bunny gitu haha
btw pelajaran yang gue dapet dari sini adalah : Jangan percaya gambar di buku menu dan ga selamanya tempat yang dekorasinya bagus, makanannya juga bagus!
Lihat juga :
burger king
hanamasa
dim sum
Sumber : Openrice.com
Langganan:
Postingan (Atom)